22 Apr

Akurasi Timbangan Digital: Sebuah Penjelasan

Tulisan kali ini kita akan membahas pengertian akurasi timbangan digital. Tentu Anda sering mendengar istilah akurasi ini. Tapi banyak orang salah mengerti bahwa akurasi disamakan dengan presisi, padahal itu adalah dua hal yang berbeda.

Definisi akurasi timbangan adalah kemampuan untuk menampilkan nilai yang sesuai dengan nilai ideal untuk berat benda sesuai standar. Sederhananya begini, akurasi adalah seberapa dekat nilai terukur dengan nilai aktual.

Penjelasan akurasi dan perbedaannya dengan presisi dapat dilihat melalui gambar ilustrasi berikut ini:

img: adamequipment.com

Jadi timbangan digital yang akurasinya tidak presisi akan memiliki berbagai nilai seperti 99 g, 101 g, 100 g, dan 99,5 g untuk berat 100 g. Semmentara timbangan yang tidak akurat akan menampilkan hasil yang jauh menyimpang dari nilai sebenarnya.

Mengapa Akurasi Timbangan Sangat Penting?

Mungkin Anda berpikir bahwa akurasi adalah sebuah fitur yang paling penting dari sebuah timbangan digital, pada kenyataannya akurasi adalah lebih seperti pada suatu bagian dari variabel yang banyak dalam sebuah rumus. Atau bisa diibaratkan akurasi adalah salah satu dari banyak roda gigi yang ada pada sebuah kemudi.

Hal ini tidak hanya dengan sendirinya menjadi penting, tetapi karena dapat mempengaruhi variabel lain. Tidak peduli seberapa presisi timbangan Anda tetapi tidak akurat, ya sama saja itu namanya timbangan digital rusak.

Sebagian besar pengukuran yang diperoleh dari timbangan, nggak peduli itu di industri apa, tidak dilakukan perekaman. Hasil timbangan tersebut digunakan untuk melakukan berbagai hal dari analisis untuk menciptakan resep.

Jika data yang direkam tidak akurat, pekerjaan tersebut menjadi sia-sia. Ini akan menyebabkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk banyak hal seperti industri makanan pun menjadi buruk atau pada industri perdagangan akan menciptakan ketidakpuasan konsumen.

Sebagai contoh Anda membeli daging di pasar swalayan. Di sana dituliskan berat yang sudah tertera di kemasan daging tersebut 500 gram. Namun ketika Anda bawa pulang dan ditimbang ternyata hasilnya adalah 485 gram, kira-kira apa yang terjadi? Anda pasti akan marah dan merasa dirugikan karena daging yang dibeli beratnya tidak sesuai dengan labelnya.

Demikian juga misalkan hasil timbangan tersebut ternyata sebenarnya adalah 520 gram, berarti penjual daging tersebut kehilangan keuntungan bahkan mengalami kerugian yang tak sedikit.

Bahkan dalam membuat kue atau roti, bahan makanan yang digunakan pun harus ditimbang dengan tepat. Jika tidak akurat maka hasil pembuatan kue atau roti juga tidak sempurna, akan berbeda rasa dan teksturnya.

Bisa Anda bayangkan jika timbangan tidak akurat digunakan oleh seorang ahli kimia atau seorang laboran yang bekerja di laboratorium, pasti akan dapat membahayakan mereka.

Dalam hal kesehatan untuk manusia dan hewan, jika hasil penimbangan tidak akurat dapat mengakibatkan salah diagnosa. Akibatnya adalah obat yang diberikan pun dapat terlalu banyak atau terlalu sedikit. Tentu saja ini sangat berbahaya bagi manusia atau hewan yang sedang dalam pengobatan karena sakit.

Kerugian akibat timbangan tidak akurat bukan hanya masalah kerugian finansial, melainkan juga dapat membahayakan manusia dan lingkungan. Kok serem sih?

Sekarang coba Anda bayangkan, jika ada sebuah studi yang mengatakan orang perlu vitamin A sejumlah X dalam diet padahal sebenarnya sejumlah Y. Jika studi ini dibagikan secara luas kepada khalayak ramai, orang bisa mengubah asupan mereka agar sesuai dengan hasil studi tersebut. Akibatnya kesehatan mereka pun akan terganggu.

sumber: https://www.adamequipment.com/aeblog/what-is-accuracy

X